This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Lowongan Kerja

Jika anda memiliki akses Internet dan mempunyai waktu luang, silahkan bergabung dengan kami di makalah-makalah.com untuk Posisi: Tim Editor Makalah-makalah.com

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 12 Mei 2016

Lowongan Kerja



LOWONGAN KERJA

Jika anda memiliki akses Internet dan mempunyai waktu luang, silahkan bergabung dengan kami di makalah-makalah.com untuk Posisi: Tim Editor Makalah-makalah.com


Syarat:
-          Menguasai Microsoft Office dan PDF Converter,
-          Mampu Mengetik Dengan Cepat
-          Memiliki Akses Internet
-          Sanggup Bekerja dalam Tim
-          Bertanggung Jawab

Fasilitas:
Gaji Sesuai hasil kerja, Bonus Target, Pekerjaan bisa dikerjakan dirumah.


Jika anda berminat, kirim lamaran anda via FB atau datang langsung ke Kantor.


Alamat:
Sedahromo Lor RT5 RW6 Kartasura, Sukoharjo.

WA: 0896,7322,0802

Rabu, 04 Mei 2016

Fungsi Bahasa Indonesia Baku



MAKALAH
BAHASA INDONESIA BAKU SEBAGAI FUNGSI PEMERSATU



Oleh: Florensia  Evlyn Geru – USDY 2014


KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah Bahasa Indonesia dengan judul “Bahasa Indonesia Baku Sebagai Fungsi Pemersatu dan Minimnya Penggunaan Bahasa Baku Di Dalam Kehidupan Masyarakat” tepat pada waktunya. Terima kasih juga saya haturkan kepada Bapak dosen pengasuh mata kuliah Bahasa Indonesia yang telah memberikan tugas mengenai makalah ini sehingga pengetahuan saya dalam penulisan Makalah ini semakin bertambah dan teman-teman yang telah membantu untuk menyelesaikan penyusunan makalah ini .
Tidak ada manusia yang sempurna, oleh karena itu saya menyadari masih terdapat banyak kesalahan yang tanpa sengaja dibuat, baik kata maupun tata bahasa di dalam makalah ini. Untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan makalah ini . Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.


                                                                                                                              
                                                                                                              Penulis


                                                                                                  Yogyakart, November 2014


DAFTAR ISI
Halaman Judul ………………………………………………………….......            i
Kata Pengantar ……………………………………………………………....          ii
Daftar Isi ………………………………………………………………...........       iii
Bab I Pendahuluan ……………………………………………………………                  
1.1 Latar Belakang ……………………………………………….............        1

1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………............        2        
                    
1.3 Tujuan Penulisan …………………………………………………......        2
                           
1.4 Manfaat Penulisan …………………………………………………....        2

1.5 Metode Penulisan ………………………………………………….....         2
Bab II Pembahasan …………………………………………………………....
2.1 Pengertian Bahasa Baku ………………………….,…………………..      6        
2.2 Ciri-Ciri Bahasa Baku………………………………………………….       6
2.3 Bahasa Baku Sebagai Fungsi Pemersatu ……………………………….      7
2.4 Minimnya Penggunaan Bahasa Baku Sebagai Fungsi Pemersatu
Dalam Kehidupan Masyarakat ………………………………...............        7
Bab III Penutup …………………………………………………………………..             
3.1 Kesimpulan  …………………………………………………………….       9
3.2 Saran …………………………………………………………………….      9
Daftar Pustaka



BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Bahasa merupakan alat yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dengan sesama anggota masyarakat lain pemakai bahasa itu. Bahasa bisa berisi pikiran, keinginan, atau perasaan yang ada pada diri si pembicara. Bahasa yang digunakan hendaklah dapat mendukung maksud secara jelas agar apa yang dipikirkan, diinginkan, atau dirasakan dapat diterima oleh pendengar. Sejak dahulu masyarakat telah mengenal istilah bahasa baku, namun istilah yang dikenal ini tidak menjamin bahwa masyarakat memahami secara komprehensif konsep dan makna istilah bahasa baku ini. Hal ini terbukti bahwa masih banyak masyarakat yang  berpendapat bahwa  bahasa baku sama artinya dengan bahasa yang baik dan benar. Masyarakat belum  mampu membedakan antara bahasa yang baku dan yang nonbaku. Menurut seorang ahli bernama Pateda mengatakan bahwa, “Kita berusaha agar dalam situasi resmi kita harus berbahasa yang baku. Begitu juga dalam situasi yang tidak resmi kita berusaha menggunakan bahasa yang baku.” (Alwi, 1997:30).
Bahasa Indonesia ialah bahasa yang terpenting di kawasan republik kita. Pentingnya peranan bahasa itu antara lain bersumber pada ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi : “Kami poetera dan poeteri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia ” dan pada undang-undang dasar kita di dalamnya tercantum pasal khusus yang menyatakan bahwa “bahasa Negara ialah bahasa Indonesia”. Namun, di samping itu masih ada beberapa alasan lain mengapa bahasa Indonesia menduduki tempat yang terkemuka di antara beratus-ratus bahasa Nusantara yang masing-masing amat penting bagi penuturnya sebagai bahasa ibu . Bahasa Indonesia yang di gunakan oleh masyarakat kadang kurang mengikuti kaidah dan aturan yang ada. Bahasa yang sesuai dengan aturan dan kaidah yang ada ialah bahasa baku. Bahasa baku ialah salah satu daripada variasi bahasa yang diangkat dan disepakati ragam bahasa yang akan dijadikan kayu pengukur sebagai bahasa yang baik dan benar dalam komunikasi yang bersifat resmi, baik secara lisan atau tulisan. Selain fungsi penggunaannya untuk situasi-situasi resmi, ragam bahasabaku menurut Gravin dan Mathiot (1956:785-787) juga mempunyai fungsi lain yang bersifat sosial politik, yaitu :
1. Fungsi pemersatu
2. Fungsi pemisah
3. Fungsi harga diri
4. Fungsi kerangka rujuk
Bahasa baku memperhubungkan semua penutur berbagai dialek bahasa itu. Dengan demikian, bahasa baku mempersatukan mereka menjadi satu masyrakat bahasa dan meningkatakan proses identifikasi penutur orang seorang dengan seluruh masyarakat itu. Bahkan banyak orang bukan saja tidak sadar akan adanya dialek bahasa Indonesia, melainkan menginginkan juga keadaan utopia yang hanya mengenal satu ragam bahasa Indonesia dari Sabang sampai Marauke. Oleh karena itu saya tertarik untuk membuat makalah ini dengan judul “Fungsi Bahasa Baku Sebagai Pemersatu dan Penggunaannya Bahasa Baku Di Dalam Kehidupan Masyarakat” agar dapat lebih menunjukan kepada pembaca bahwa pentingnya penggunaan bahasa baku di dalam kehidupan sehari-hari.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat ditarik suatu permasalahan sebagai berikut :
1.      Apa pengertian bahasa baku ?
2.      Bagaimana ciri-ciri bahasa baku ?
3.      Bagaimana bahasa Indonesia baku sebagai fungsi pemersatu ?
4.      Mengapa penggunaan bahasa baku sebagai fungsi pemersatu  dalam kehidupan masyarakat sangat minim ?
1.2  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini ialah :
1.      Menjelaskan pengertian dari bahasa baku
2.      Menjelaskan ciri-ciri bahasa baku
3.      Menjelaskan fungsi bahasa baku sebagai pemersatu
4.      Menjelaskan minimnya penggunaan bahasa baku sebagai fungsi pemersatu dalam kehidupan masyarakat
1.3  Manfaat Penulisan
1.      Mengetahui pengertian dari bahasa baku
2.      Mengetahui ciri-ciri bahasa baku
3.      Mengetahui fungsi bahasa baku sebagai pemersatu
4.      Mengetahui minimnya  penggunaan bahasa baku sebagai fungsi pemersatu dalam kehidupan masyarakat
1.4  Metode Penulisan
Penulisan makalah ini dilakukan dengan beberapa metode yaitu : Studi Pustaka dengan  mengambil beberapa sumber dari buku-buku yang berhubungan dengan judul makalah ini dan mengambil sumber dari internet sebegai bahan refensi atau penambahan materi sebagai pelengkap dalam makalah ini.
Baca juga=>
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Bahasa Baku
 Bahasa merupakan alat komunikasi penting yang menghubungkan seseorang dengan yang lainnya. Keraf (2005:54) menyebutkan ada dua pengertian dari bahasa yaitu pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer. Pada kaidah bahasa Indonesia terdapat dua ragam bahasa, yaitu bahasa baku dan bahasa tidak baku.
Istilah bahasa baku dalam bahasa Indonesia atau standard language dalam bahasa Inggris, dalam dunia ilmu bahasa atau linguistik pertama sekali diperkenalkan oleh Vilem Mathesius pada 1926. Ia termasuk pencetus Aliran Praha atau The Prague School. Pada 1930, B. Havranek dan Vilem Mathesius merumuskan pengertian bahasa baku itu. Mereka berpengertian bahwa bahasa baku sebagai bentuk bahasa yang telah dikodifikasi, diterima dan difungsikan sebagai model atau acuan oleh masyarakat secara luas.
Baku berarti  bahasa tersebut tidak dapat berubah setiap saat. Berdasarkan teori, bahasa baku merupakan bahasa pokok yang menjadi bahasa standar dan acuan yang digunakan sehari-hari dalam masyarakat. Bahasa baku mencakup pemakaian sehari-hari pada bahasa percakapan lisan maupun bahasa tulisan. Tetapi pada penggunaanya bahasa baku lebih sering digunakan pada saat proses belajar mengajar di dalam dunia pendidikan , pada urusan resmi pekerjaan misalnya saat rapat besar, dan juga pada semua konteks resmi. Sementara itu, di dalam kehidupan sehari-hari lebih banyak orang yang menggunakan bahasa tidak baku.
2.2 Ciri-Ciri Bahasa Baku
Menurut Hasan Alwi, dkk (2003:14) ciri-ciri bahasa baku terbagi menjadi tiga, yaitu:
1.    Ragam bahasa baku memiliki sifat kemantapan dinamis, yang berupa kaidah dan aturan yang tetap. Baku atau standar tidak dapat berubah setiap saat.
2.    Memiliki sifat kecendikian. Perwujudannya dalam kalimat, paragraf, dan satuan bahasa lain yang lebih besar mengungkapkan penalaran atau pemikiran yang teratur, logis, dan masuk akal.
3.    Baku atau standar beranggapan adanya keseragaman. Proses pembakuan sampai taraf tertentu berarti proses penyeragaman kaidah, bukan penyamaan ragam bahasa, atau penyeragaman variasi bahasa.



Namun secara umum ciri-ciri lain bahasa baku adalah:
Tidak terpengaruh bahasa daerah
Tidak dipengaruhi bahasa asing
Bukan merupakan ragam bahasa percakapan sehari-hari
Pemakaian imbuhannya secara eksplisit
Pemakaian yang sesuai dengan konteks kalimat
Tidak terkontaminasi dan tidak rancu.
2.3 Bahasa Indonesia Baku Sebagai Fungsi Pemersatu
Pada kenyataanya hampir semua penduduk di Indonesia mengerti Bahasa Indonesia dan bahasa ini juga sudah diikrarkan menjadi bahasa nasional ketika Sumpah Pemuda dikumandangkan tahun 1928. Meskipun pada kenyataanya bahasa Indonesia berasal dari bahasa minoritas yaitu bahasa Melayu, namun kekuatannya dalam mempersatukan bangsa Indonesia sudah tak bisa diremehkan lagi. Sebagai bukti dilihat dari semangat para pejuang saat mengupayakan kemerdekaan Indonesia. Mereka dengan lantang menyuarakan semboyan “Merdeka atau Mati !”. Semboyan ini secara merta membangkitkan semangat rakyat untuk terus berjuang demi kesatuan bangsa. Hal ini mengindikasikan bahwa kekuatan bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa tidak bisa dianggap sebagai hal yang remeh.
Indonesia terdiri dari beragam suku dan bahasa daerah. Jika setiap masyarakat menggunakan bahasa daerahnya, maka kemungkinan terbesar masyarakat tersebut tidak dapat berkomunikasi dengan masyarakat dari daerah lain. Fungsi bahasa baku memperhubungkan semua penutur berbagai dialek bahasa itu. Dengan demikian, bahasa baku mempersatukan mereka menjadi satu masyarakat bangsa. Bahasa Indonesia baku mempersatukan atau memperhubungkan penutur berbagai dialek bahasa itu. Bahasa Indonesia baku mempersatukan mereka menjadi satu masyarakat bahasa Indonesia baku. Bahasa Indonesia baku mengikat kebhinekaan rumpun dan bahasa yang ada di Indonesia dengan mangatasi batas-batas kedaerahan. Bahasa Indonesia baku merupakan wahana atau alat dan pengungkap kebudayaan nasional yang utama. Fungsi pemersatu ini ditingkatkan melalui usaha memberlakukannya sebagai salah satu syarat atau ciri manusia Indonesia modern.
2.4 Minimnya Penggunaan Bahasa Baku Sebagai Fungsi Pemersatu Dalam Kehidupan Masyarakat
Di dalam masyarakat kita saat ini masih banyak orang yang tidak menggunakan bahasabaku, mereka cenderung menggunakan bahasa gaul. Namun terkadang mereka juga berbicara dengan menggunakan logat daerahnya masing-masing. Kebanyakan orang yang menggunakan bahasa baku ialah kalangan terpelajar yang sopan dan beretika. Mereka berbicara kepada orang yang lebih tua, atau pejabat dengan menggunakan bahasa yang baik, bahasa yang baku dan tidak menggunakan bahasa gaul. Bahasa merupakan salah satu alat untuk mengadakan interaksi terhadap manusia yang lain .Dengan adanya bahasa kita dapat berhubungan dengan masyarakat lain yang akhirnya melahirkan komunikasi dalam masyarakat. Bahasa Indonesia mempunyai sebuah aturan yang baku dalam penggunaanya, namun dalam praktiknya kehidupan sehari-hari sering terjadi penyimpangan dari aturan yang baku tersebut. Kita mempergunakan bahasa Indonesia perlu di perhatikan waktu dan kesempatan, misalnya kapan kita menggunakan bahasa baku pada situasi resmi dan ilmiah . Bahasa baku telah menjadi bahasa asing dalam komunikasi sehari-hari di masyarakat Indonesia , dapat kita ambil contohnya dalam waktu 24 jam siaran ditelevisi, bahasa baku hanya nampak dan terdengar hanya dalam siaran berita yang berdurasi 90 menit per hari. Selebihnya kita tidak menemukan bahasa baku dalam komunikasi periklanan,pemilihan nama acara televisi,dan praktik bahasa di dalam siaran itu sendiri. Alasannya beragam, bahasa baku tidak bernilai jual, tidak gaul, tidak mengangkat gengsi,dan tidak mampu mengangkat penghayatan pembaca.

BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Bahasa merupakan alat yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dengan sesama anggota masyarakat lain pemakai bahasa itu. Bahasa bisa berisi pikiran, keinginan, atau perasaan yang ada pada diri si pembicara. Menurut  Gravin dan Mathiot (1956:785-787) juga mempunyai fungsi lain yang bersifat sosial politik, yaitu :
1. Fungsi pemersatu
2. Fungsi pemisah
3. Fungsi harga diri
4. Fungsi kerangka rujuk
Istilah bahasa baku dalam bahasa Indonesia atau standard language dalam bahasa Inggris, dalam dunia ilmu bahasa atau linguistik pertama sekali diperkenalkan oleh Vilem Mathesius pada 1926. Ia termasuk pencetus Aliran Praha atau The Prague School. Pada 1930, B. Havranek dan Vilem Mathesius merumuskan pengertian bahasa baku itu. Mereka berpengertian bahwa bahasa baku sebagai bentuk bahasa yang telah dikodifikasi, diterima dan difungsikan sebagai model atau acuan oleh masyarakat secara luas. Menurut Hasan Alwi, dkk (2003:14) ciri-ciri bahasa baku terbagi menjadi tiga, yaitu: Ragam bahasa baku memiliki sifat kemantapan dinamis, memiliki sifat kecendikian, dan baku atau standar beranggapan adanya keseragaman. Fungsi bahasa baku memperhubungkan semua penutur berbagai dialek bahasa itu. Dengan demikian, bahasa baku mempersatukan mereka menjadi satu masyarakat bangsa. Bahasa Indonesia baku mempersatukan atau memperhubungkan penutur berbagai dialek bahasa itu. Namun pada kenyataan di dalam kehidupan bermasyarakat saat ini banyak orang lebih suka menggunakan bahasa gaul atau bahasa daerahnya sendiri. Alasan mereka jarang menggunakan bahasa Indonesia yang baku ialah karena tidak bernilai jual, tidak gaul, tidak mengangkat gengsi,dan tidak mampu mengangkat penghayatan pembaca

3.2 Saran
1.    Bagi Pembaca
Agar dengan adanya makalah ini lebih menyadari bahwa pentingnya bahasa Indonesia yang baku sebegai pemersatu di antara masyarakat. Pembaca diharapkan untuk lebih meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia baku di dalam kehidupan sosialnya di dalam masyarakat, dengan mengurangi penggunaan bahasa gaul yang perkembangannya semakin meningkat
2.    Bagi Masyarakat
Masyarakat di harapkan untuk mengurangi sedikit demi sedikit penggunaan bahasa gaul ataupun bahasa daerah , ini agar fungsi dari bahasa Indonesia baku sebagai pemersatu tidak lenyap begitu saja.


3.      Bagi Saya sendiri
Saya diharapakan agar tidak hanya membuata makalah ini sebagai penambahan nilai tugas dari mata kuliah Bahasa Indonesia. Namun juga menjadi bahan referensi diri untuk lebih sadar akan penggunaan bahasa Indonesia yang baku di dalam kehidupan saya sehari-hari , terlebih lagi dalam situasi resmi, saat presentasi, pidato, sambutan , dan dalam proses perkuliahan.


DAFTAR PUSTAKA

Riosaputraa. 2012. Bahasa Sebagai Lambang Pemersatu. Di ambil tanggal 26 November 2014 di http://riosaputraa.blogspot.com/2012/10/bahasa-sebagai-lambang-pemersatu.html 26
Ahmadinati. 2012. Penggunaan Bahasa Baku. Di ambil tanggal 26 November 2014 http://ahmadinati.blogspot.com/2012/11/penggunaan-bahasa-baku .html
Dardjowidjojo, Soenjono.1997.cetakan VIII. Tata Bahasa Baku. Jakarta: Balai Pustaka
Http://www.academia.edu/8425986/Penggunaan-kata-baku-tidak-baku-di-lingkungan-sekitar ( di searching tanggal 25 November 2014)

Sumber:
http://goresankertasadres.blogspot.co.id/2015/10/makalah-bahasa-indonesia-baku.html


Tag #Fungsi Bahasa Indonesia Baku.pdf .doc

Bahasa Indonesia Baku Dan Pemakaiannya Dengan Baik Dan Benar




MAKALAH
BAHASA INDONESIA BAKU DAN PEMAKAIANNYA DENGAN BAIK DAN BENAR

Disusun Oleh:
Rahmadhita Wahyuni, Rezki Handayani Sitompul, Susanti Hatria Sidabutar, Vivi Fiahsani Karomah – UNM 2013


KATA  PENGANTAR

             Puji dan syukur kami ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena  berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah “Bahasa Indonesia” ini dengan baik. Kami juga sangat berterima kasih kepada Ibu Muharrina Harahap, S.S, M.Hum yang telah membimbing kami dalam menyusun makalah ini.

Adapun tujuan kami menulis makalah ini yaitu agar kita mengetahui mengenai bahasa Indonesia baku dan nonbaku serta penggunaannya baik di dalam proses pembelajaran maupun di dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada manusia yang sempurna. Kami menyadari masih terdapat banyak kesalahan yang tanpa sengaja dibuat, baik kata maupun tata bahasa di dalam makalah ini. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan makalah kami. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Medan, 25 Februari 2013

Penulis,



DAFTAR  ISI



KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………… i

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………………… ii

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………………………. 1

1.1  Latar Belakang………………………………………………………………………………………….. 1

1.2  Identifikasi Masalah…………………………………………………………………………………… 2

1.3  Pembatasan Masalah…………………………………………………………………………………… 2

1.4  Rumusan Masalah………………………………………………………………………………………. 2

1.5  Tujuan Penulisan………………………………………………………………………………………… 2

BAB II  PEMBAHASAN……………………………………………………………………………………. 3

2.1  Pengertian Bahasa Baku…………………………………………………………………………. …. 3

2.2  Pengertian Bahasa Nonbaku……………………………………………………………………. …. 4

2.3  Pengertian Bahasa Indonesia Baku dan Nonbaku………………………………………. …. 4

2.4  Fungsi Bahasa Baku………………………………………………………………………………. …. 4

2.5  Fungsi Bahasa Nonbaku…………………………………………………………………………. …. 5

2.6  Ciri-ciri Bahasa Baku dan Nonbaku…………………………………………………………. …. 5

2.7  Pemakaian Bahasa Indonesia Baku dan Nonbaku dengan Baik dan Benar……. …. 6

2.8  Contoh Bahasa Indonesia Baku dan Nonbaku…………………………………………… …. 6

BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………………………. 9

3.1  Kesimpulan…………………………………………………………………………………………… …. 9

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………………. 10

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

Istilah bahasa baku telah dikenal oleh masyarakat secara luas. Namun pengenalan istilah tidak menjamin bahwa mereka memahami secara komprehensif konsep dan makna istilah bahasa baku itu. Hal ini terbukti bahwa masih banyak orang atau masyarakat berpendapat bahasa baku sama dengan bahasa yang baik dan benar. Mereka tidak mampu membedakan antara bahasa yang baku dan yang nonbaku. Pateda (Alwi, 1997:30) mengatakan bahwa, “Kita berusaha agar dalam situasi resmi kita harus berbahasa yang baku. Begitu juga dalam situasi yang tidak resmi kita berusaha menggunakan bahasa yang baku.”

Slogan “Pergunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar”, tampaknya mudah diucapkan, namun maknanya tidak jelas. Slogan itu hanyalah suatu retorika yang tidak berwujud nyata, sebab masih diartikan bahwa di segala tempat kita harus menggunakan bahasa baku. Demikian juga, masih ada cibiran bahwa bahasa baku itu hanya buatan pemerintah agar bangsa ini dapat diseragamkan dalam bertindak atau berbahasa. “Manakah ada bahasa baku, khususnya bahasa Indonesia baku? “Manalah ada bahasa Indonesia lisan baku”? “Manalah ada masyarakat atau orang yang mampu menggunakan bahasa baku itu, sebab mereka berasal dari daerah.’’ Atau mereka masih selalu dipengaruhi oleh bahasa daerahnya jika mereka berbahasa Indonesia secara lisan. Dengan gambaran kondisi yang demikian itu, di dalam bab ini dibahas tentang pengertian bahasa baku, pengertian bahasa nonbaku, pengertian bahasa Indonesia baku, fungsi pemakaian bahasa baku dan bahasa nonbaku. Terakhir, akan dibahas tentang ciri-ciri bahasa baku dan bahasa nonbaku, serta berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

1.2  Identifikasi Masalah

Pengertian bahasa baku.
Pengertian bahasa nonbaku.
Pengertian bahasa Indonesia baku dan nonbaku.
Proses pembakuan bahasa.
Fungsi pemakaian bahasa baku dan nonbaku.
Ciri-ciri bahasa baku dan nonbaku.
Pemakaian bahasa Indonesia baku dan nonbaku dengan baik dan benar.
1.3  Pembatasan Masalah

Pengertian bahasa baku.
Pengertian bahasa nonbaku.
Pengertian bahasa Indonesia baku dan nonbaku.
Fungsi pemakaian bahasa baku dan nonbaku.
Ciri-ciri bahasa baku dan nonbaku.
Pemakaian bahasa Indonesia baku dan nonbaku dengan baik dan benar.
1.4  Rumusan Masalah

Apa yang dimaksud bahasa baku?
Apa yang dimaksud bahasa nonbaku?
Apa yang dimaksud bahasa Indonesia baku dan nonbaku?
Apa fungsi pemakaian bahasa baku dan bahasa nonbaku?
Apa ciri-ciri bahasa baku dan bahasa nonbaku?
Bagaimana pemakaian bahasa Indonesia baku dan nonbaku dengan baik dan benar?
1.5  Tujuan Penulisan

Untuk mengetahui pengertian bahasa baku.
Untuk mengetahui bahasa nonbaku.
Untuk mengetahui pengertian bahasa Indonesia baku dan nonbaku.
Untuk mengetahui fungsi pemakaian bahasa baku dan nonbaku.
Untuk mengetahui ciri-ciri bahasa baku dan nonbaku.
Untuk mengetahui cara pemakaian bahasa Indonesia baku dan nonbaku dengan baik dan benar.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Bahasa Baku

            Bahasa merupakan alat komunikasi penting yang dapat menghubungkan seseorang dengan yang lainnya. Keraf (2005:54) menyebutkan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer. Pada kaidah bahasa Indonesia terdapat dua ragam bahasa, yaitu bahasa baku dan bahasa tidak baku.

Istilah bahasa baku dalam bahasa Indonesia atau standard language dalam bahasa Inggris, dalam dunia ilmu bahasa atau linguistik pertama sekali diperkenalkan oleh Vilem Mathesius pada 1926. Ia termasuk pencetus Aliran Praha atau The Prague School. Pada 1930, B. Havranek dan Vilem Mathesius merumuskan pengertian bahasa baku itu. Mereka berpengertian bahwa bahasa baku sebagai bentuk bahasa yang telah dikodifikasi, diterima dan difungsikan sebagai model atau acuan oleh masyarakat secara luas.

Bahasa baku adalah bahasa standar (pokok) yang kebenaran dan ketetapannya telah ditentukan oleh negara. Baku berarti  bahasa tersebut tidak dapat berubah setiap saat. Baku atau standar beranggapan adanya keseragaman. Berdasarkan teori, bahasa baku merupakan bahasa pokok yang menjadi bahasa standar dan acuan yang digunakan sehari-hari dalam masyarakat. Bahasa baku mencakup pemakaian sehari-hari pada bahasa percakapan lisan maupun bahasa tulisan. Tetapi pada penggunaanya bahasa baku lebih sering digunakan pada sistem pendidikan negara, pada urusan resmi pekerjaan, dan juga pada semua konteks resmi. Sementara itu, di dalam kehidupan sehari-hari lebih banyak orang yang menggunakan bahasa tidak baku dan sesuka hati.

Berdasarkan pengertian di atas, bahasa baku adalah bahasa standar yang benar dan digunakan oleh suatu masyarakat pada suatu negara. Bahasa baku atau standar itu harus diterima dan berterima bagi masyarakat bahasa.

2.2  Pengertian Bahasa Nonbaku

Bahasa nonbaku adalah ragam bahasa yang berkode berbeda dengan kode bahasa baku, dan dipergunakan di lingkungan tidak resmi. Ragam bahasa nonbaku dipakai pada situasi santai dengan keluarga, teman, di pasar, dan tulisan pribadi buku harian. Ragam bahasa nonbaku sama dengan bahasa tutur, yaitu bahasa yang dipakai dalam pergaulan sehari-hari terutama dalam percakapan.

2.3  Pengertian Bahasa Indonesia Baku dan Nonbaku

Bahasa Indonesia baku adalah salah satu ragam bahasa Indonesia yang bentuk bahasanya telah dikodifikasi, diterima, dan difungsikan atau dipakai sebagai model oleh masyarakat Indonesia secara luas. Bahasa Indonesia nonbaku adalah salah satu ragam bahasa Indonesia yang tidak dikodifikasi, tidak diterima dan tidak difungsikan sebagai model masyarakat Indonesia secara luas, tetapi dipakai oleh masyarakat secara khusus.

2.4  Fungsi Bahasa Baku

Menurut Hasan Alwi, dkk  (2003:15) bahasa baku mendukung empat fungsi, yaitu:

Fungsi pemersatu. Indonesia terdiri dari beragam suku dan bahasa daerah. Jika setiap masyarakat menggunakan bahasa daerahnya, maka dia tidak dapat berkomunikasi dengan masyarakat dari daerah lain. Fungsi bahasa baku memperhubungkan semua penutur berbagai dialek bahasa itu. Dengan demikian, bahasa baku mempersatukan mereka menjadi satu masyarakat bangsa.
Fungsi pemberi kekhasan. Suatu bahasa baku membedakan bahasa itu dari bahasa yang lain. Melalui fungsi itu, bahasa baku memperkuat perasaan kepribadian nasional masyarakat bahasa yang bersangkutan.
Fungsi pembawa kewibawaan. Pemilikan bahasa baku membawa serta wibawa atau prestise. Fungsi pembawa wibawa bersangkutan dengan usaha orang mencapai kesederajatan dengan peradaban lain yang dikagumi lewat pemerolehan bahasa baku sendiri. Penutur atau pembicara (masyarakat) yang mahir berbahasa Indonesia dengan baik dan benar memperoleh wibawa di mata orang lain.
Fungsi kerangka acuan. Sebagai kerangka acuan bagi pemakaian bahasa dengan adanya norma dan kaidah (yang dikodifikasi) yang jelas. Norma dan kaidah itu menjadi tolak ukur bagi benar tidaknya pemakaian bahasa seseorang atau golongan.
2.5  Fungsi Bahasa Nonbaku

Bahasa nonbaku adalah bahasa yang digunakan dalam kehidupan santai (tidak resmi) sehari-hari yang biasanya digunakan pada keluarga, teman, dan di pasar. Fungsi penggunaan bahasa nonbaku adalah untuk mengakrabkan diri dan menciptakan kenyamanan serta kelancaran saat berkomunikasi (berbahasa).

2.6  Ciri-ciri Bahasa Baku dan Nonbaku

A.    Ciri Bahasa Baku
Menurut Hasan Alwi, dkk (2003:14) ciri-ciri bahasa baku terbagi menjadi tiga, yaitu:

Ragam bahasa baku memiliki sifat kemantapan dinamis, yang berupa kaidah dan aturan yang tetap. Baku atau standar tidak dapat berubah setiap saat.
Memiliki sifat kecendikian. Perwujudannya dalam kalimat, paragraf, dan satuan bahasa lain yang lebih besar mengungkapkan penalaran atau pemikiran yang teratur, logis, dan masuk akal.
Baku atau standar beranggapan adanya keseragaman. Proses pembakuan sampai taraf tertentu berarti proses penyeragaman kaidah, bukan penyamaan ragam bahasa, atau penyeragaman variasi bahasa.
Ciri-ciri lain bahasa baku adalah:

tidak terpengaruh bahasa daerah;
tidak dipengaruhi bahasa asing;
bukan merupakan ragam bahasa percakapan sehari-hari;
pemakaian imbuhannya secara eksplisit;
pemakaian yang sesuai dengan konteks kalimat;
tidak terkontaminasi dan tidak rancu.
B.     Ciri Bahasa Nonbaku
Bahasa nonbaku juga memiliki ciri khas yaitu:

walaupun terkesan berbeda dengan bahasa baku, tetapi memiliki arti yang sama;
dapat terpengaruh oleh perkembangan zaman;
dapat terpengaruh oleh bahasa asing;
digunakan pada situasi santai/tidak resmi;
2.7  Pemakaian Bahasa Indonesia Baku dan Nonbaku dengan Baik dan Benar

Bahasa Indonesia baku dan nonbaku mempunyai kode atau ciri bahasa dan fungsi pemakaian yang berbeda. Kode atau ciri dan fungsi setiap ragam bahasa itu saling berkait. Bahasa Indonesia baku berciri seragam, sedangkan ciri bahasa Indonesia nonbaku beragam. Pemakaian bahasa yang mengikuti kaidah bahasa yang dibakukan atau yang dianggap baku adalah pemakaian bahasa Indonesia baku dengan benar. Dengan demikian, pemakaian bahasa Indonesia baku dengan benar adalah pemakaian bahasa yang mengikuti kaidah bahasa atau gramatikal bahasa baku.

Sebaliknya, pemakaian bahasa Indonesia nonbaku dengan benar adalah pemakaian bahasa yang tidak mengikuti kaidah bahasa atau gramatikal baku, melainkan kaidah gramatikal nonbaku. Pemakaian bahasa Indonesia baku dengan baik adalah pemakaian bahasa Indonesia yang mengikuti atau sesuai dengan fungsi pemakaian bahasa baku. Pemakaian bahasa Indonesia nonbaku dengan baik adalah pemakaian bahasa yang tidak mengikuti atau sesuai dengan fungsi pemakaian bahasa Indonesia nonbaku.

Konsep baik dan benar dalam pemakaian bahasa Indonesia baik baku maupun nonbaku saling mendukung dan saling berkait. Tidaklah logis ada pemakaian bahasa Indonesia yang baik, tetapi tidak benar. Atau tidaklah logis ada pemakaian bahasa yang benar tetapi tidak baik. Oleh karena itu, konsep yang benar adalah pemakaian bahasa yang baik harus juga merupakan pemakaian bahasa yang benar atau sebaliknya.

2.8  Contoh Bahasa Indonesia Baku dan Nonbaku

Kita sering kesulitan menentukan kata yang baku dan kata yang tidak baku. Berikut ini adalah daftar kata-kata baku bahasa Indonesia yang disusun secara alfabetis.

No

Kata Baku

Kata Nonbaku

1.         Aktif   aktip, aktive
2.         Alquran           Al-Quran, Al-Qur’an, Al Qur’an
3.         Apotek            Apotik
4.         Azan    Adzan
5.         Cabai   cabe, cabay
6.         Daftar  Daptar
7.         doa      do’a
8.         efektif efektip, efektive, epektip, epektif
9.         elite     Elit
10.       e-mail  email, imel
11.       Februari           Pebruari, February
12.       foto     Photo
13.       fotokopi          foto copy, photo copy, photo kopi
14.       hakikat            Hakekat
15.       ijazah   ijasah, izajah
16.       izin      Ijin
17.       jadwal Jadual
18.       Jumat   Jum’at
19.       karena  Karna
20.       karismatik        Kharismatik
21.       kreatif  kreatip, creative
22.       lembap Lembab
23.       lubang Lobang
24.       maaf    ma’af
25.       makhluk          Mahluk
26.       mukjizat          mu’jizat
27.       napas   Nafas
28.       nasihat Nasehat
29.       objek   Obyek
30.       provinsi           propinsi, profinsi
Contoh kalimat baku dan tidak baku

A.    Kalimat Tidak Baku
Semua peserta daripada pertemuan itu sudah pada hadir.
Kami menghaturkan terima kasih atas kehadirannya.
Mengenai masalah ketunaan karya perlu segera diselesaikan dengan tuntas.
Sebelum mengarang terlebih dahulu tentukanlah tema karangan.
Pertandingan itu akan berlangsung antara Regu A melawan Regu B.
Kita perlu pemikiran-pemikiran untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan pengembangan kota.
B.     Kalimat Baku
Semua peserta pertemuan itu sudah hadir.
Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Saudara.
Masalah ketunakaryaan perlu segera diselesaikan dengan tuntas.
Sebelum mengarang, tentukanlah tema karangan.
Pertandingan itu akan berlangsung antara Regu A dan Regu B.
Kita memerlukan pemikiran untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan pengembangan kota.
BAB III

PENUTUP



3.1  Simpulan

            Bahasa merupakan alat komunikasi yang penting dalam kehidupan. Dengan bahasa manusia dapat menyampaikan isi pikirannya kepada orang lain. Pada bahasa terdapat dua ragam bahasa, yaitu bahasa baku dan bahasa nonbaku. Bahasa baku merupakan bahasa standar atau pokok yang digunakan oleh masyarakat pada suatu negara. Sedangkan bahasa nonbaku adalah bahasa yang berbeda dengan struktur atau gaya baku, dan biasanya digunakan pada lingkungan atau keadaan  tidak resmi.

Bahasa Indonesia juga memiliki bahasa baku dan nonbaku. Bahasa Indonesia baku pada umumnya sesuai dengan pola SPOK dan biasanya dipelajari di sekolah dan digunakan pada lingkungan dan keadaan yang resmi. Begitupun  dengan bahasa Indonesia nonbaku.

Masing-masing bahasa baku dan nonbaku memiliki fungsi dan ciri yang berbeda. Baik itu bahasa Indonesia baku dan nonbaku sebaiknya digunakan dan dipakai dengan benar.

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Cavi. 2007. Linguistik. (http://id.shvoong.com/humanities/linguistics/2139737-kata-baku-dan-tidak-baku/#ixzz2LAFl0NSl) dilihat pada hari Minggu, 17 Februari 2013

Keraf, G. 1991. Tatabahasa Indonesia Rujukan Bahasa Indonesia untuk Pendidikan Menengah. Jakarta: Gramedia.          

Marmoet. 2010. Bahasa Baku dan Tidak Baku. (http://marmoet5.blogspot.com/2010/10/bahasa-baku-dan-tidak-baku.html) dilihat pada hari Minggu, 17 Februari 2013.

Sumber:
https://unserebloggie.wordpress.com/2013/05/09/kelompok-2-bahasa-indonesia-baku/


#Tag #Bahasa Indonesia Baku.pdf .doc